PENGANTAR ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
Tugas Mata Kuliyah : Ilmu
Sosial Budaya
Dosen Pembimbing : Dian Puspita, M. Hum
Disusun Oleh :
Nur Hasana
( 13187205013 )
Edi Purnomo (13187205004 )
PROGRAM STUDY PPKN
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ANGKATAN 2013
PEMBAHASAN
A. HAKIKAT
DAN RUANG LINGKUP ISBD
1. Hakikat ISD dan IBD
secara garis
besar ilmu dan pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu:[1]
a.
ilmu alamiah (natural sciences)
b.
ilmu social (social sciences)
c.
pengetahuan budaya (the humanistic)
ilmu social
dasar (ISD) termasuk dalam kelompok ilmu social. namun, ISD tidak bersifat
sebagai pengantar kea rah suatu bidang disiplin ilmu social sebagaimana
pengantar ilmu politik, pengantar antropologi, pengantar sosiologi, dan
sebagainya. ISD menggunakan pengertian yang berasal dari berbagai disiplin ilmu
untuk menanggapi masalah-masalah social, khususnya yang dihadapi masyarakat
Indonesia.
ISD mempunyai
tema pokok, yaitu hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya. adapun
objek sasaran atau objek kajian ISD adalah sebagai berikut:
a)
berbagai
kenyataan bersama merupakan masalah social yang dapat ditanggapi melalui pendekatan sendiri maupun
pendekatan antarbidang (interdisiplin).
b)
keanekaragaman
golongan dan kesatuan social dalam masyarakat yang masing-masing memiliki
kepentingan dan kebutuhan sendiri, tetapi terdapat juga persamaan kepentingan
yang dapat mengakibatkan kerjasama dan pertentangan.
intinya,
matakuliah ISD adalah upaya untuk memberkan pengetahuan dasar dan pengetahuann
umum tentang konsep-konsep yang dikembangjan untuk mengkaji gejala-gejala
social sehingga daya tangkap, presepsi, dan penalaran mahasiswa terhadap
lingkungan social meningkat, dengan demikian kepekaan sosialnya pun bertambah.
tujuan
matakuliah ISD adalah membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian
mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan cirri-ciri
kepribadian yang diharapkan dari setiap tingkah laku manusia dalam menghadapi
manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang
bersangkutan.
ilmu budaya
dasar (IBD) dalam kelompok ilmu pengetahuan termasuk dalam kelompok pengetahuan
budaya (the humanistic), tetapi tidak identik dengan pengetahuan budaya itu
sendiri. IBD berbeda dengan pengetahuan budaya. pengetahuan budaya mengkaji
masalah masalah nilai manusia sebagai makhluk berbudaya,sedangkan IBD mengkaji
masalah kemanusiaan dan budaya. IBD budaya ialah suatu pengetahuan yang
menelaah berbagai masalah kemanusiaan
dan budaya, dengan menggunakan pengertian yang berasal dari dan telah
dikembangkan oleh berbagai bidang ilmu pengetahuan atau keahlian.
adapun yang
menjadi pokok kajian IBD adalah berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya
merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya serta hakikat manusia yang
satu. termasuk pula didalamnya pemahaman akan system nilai budaya, yaitu
konsepsi tentang nilai yang hidup dalam pikiran sebagian besar masyarakat.
system nilai budaya berfungsi sebagai pedoman bagi sikap mental, pola piker dan
pola prilaku warga masyarakat.
IBD merupakan
suatu upaya memberikan pengetahuan dasar dan umum mengenai konsep-konsep budaya
untuk menkaji masalah kemanusiaan dan budaya. pendekatan pokok kajian IBD
dilakukan dengan menggunakan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep budaya
dari berbagai keahlian pengetahuan buadaya maupun degan menggunakan
masing-masing keahlian dalam pengetahuan budaya.
tujuan IBD
adalah mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan
pemikiran dan kemampuan kritikalterhadap masalah-masalah budaya sehingga daya
tangkap, presepsi, dan penalaran budaya mahasiswa menjadi halus dan manusiawi.
namun dalam
rangka evektifitas dan keterpaduan maka sesuai SK dirjen dikti no 44/2006
pengorganisasian materi maupun teknik penyajiannya digabungkan menjadi ISBD.
dengan demikian ISBD dapat dikatakan sebagai paduan atau integrasi dari kajian
ISD dan IBD. sebgai integrasi dari ISD dan IBD , ISBD memiliki kompetensi dasar
menjadi ilmuan yang professional, yakni yang berfikir kritis, kreatif,
sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, serta memiliki kepekaan dan
empati terhadap solusi pemecahan masalah social dan budaya secara arif (SK
dirjen Dikti No, 44 tahun 2006).
2. Ruang
lingkup ISD,IBD, dan ISBD
ISD memberikan
dasar-dasar pengetahuan kepada manusia yang diharapkan akan cepat tanggap serta
mampu menghadapi dan menanggulangi masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat
(masalah social). dengan mengetahui dan mengorientasikan diri kedalamnya,
paling tidak ia harus mempu mengetahui kearah mana pemecahan jalan keluar suatu
permasalahan yang dihadapi.
karena,
bagaimanapun juga pada saat ini masalah-masalah social telah berkembang
sedemikian kompleksnya. mulai dari ruang lingkup local, regional, nasional,
maupun internasional.
ruang lingkup
materii yang disajikan dalam ISD meliputi :
1.
individu, keluarga, dan masyarakat.
2.
masyrakat desadan masyarakat kota
3.
masalah penduduk
4.
pelapisan social
5.
pemuda sosialisasi
6.
ilmu pengetahuan,teknilogi, dan kemiskinan.
berdasarkan
hasil konsorsium pada lokakarya tahun 1982, ditetapkan behwa matakuliah IBD
adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dasar dan
pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji
masalah-masalah budaya.
seperti telah
dijelaskan sebelumnya bahwa IBD bukanlah pengetahuaan mengenai budaya. jadi
materi yang disajikan bukanlah tema atau topic tentang kebudayaan. yang
dijadikan pokok kajian IBD adalah aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan
ungkapan, maupun masalah kemanusian dan budaya, hakikat manusia yang satu,
serta system nilai budaya. ruang lingkup yang dijadikan tema dalam matakuliah
IBD mencakup hal-hal berikut.
a.
manusia dan pandangan
b.
manusia dan keindahan
c.
manusia dan keadilan
d.
manusia dan cinta kasih
e.
manusia dan tanggung jawab
f.
manusia dan kegelisahan
g.
manusia dan harapan
kemudian, ketika materi ISD
dan IBD di gabung menjadi ISBD maka sesuai dengan konsep kurikulum berbasis
kompetensi memuat sejumlah substansi kajian yang mengarah pada tercapainya
kompetensi dasar. artinya,
bahwa pemberian substansi kajian atau ruang lingkup kajian ISBD yang ada kepada
mahasiswa diharapkan dapat mencapai kompetensi dasar matakuliah yang dimaksud.
adapun substansi kajian ISBD berdasarkan ketentuan dalam
surat keputusan dirjen dikti no.30/dikti/kep/2003 tentang rambu-rambu
pelaksanaan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat di perguruan tinggi
Indonesia, mencakup pokok-pokok kajian sebagai berikut :
a.
pengantar
ISBD
b.
manusia sebagai maklik budaya
c.
manusia
dan peradaban
d.
manusia
sebagai makhluk individu social
e.
manusia,keragaman,kesederajatan
f.
moralitas
dan hokum
g.
manusia,
sains dan teknologi
h.
manusia
dan lingkungan
sedangkan menurut ketentuan
baru, yaitu surat keputusan dirjen dikti nomor 44/dikti/kep/2006 tentang
rambu-rambu pelaksanaan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat di
perguruan tinggi, substansi kajian ISBD meliputi hal-hal berikut.
a)
pengantar
ISBD
b)
manusia
sebagai makhluk budaya
c)
manusia
sebagai makhluk individu social
d)
manusia
dan peradaban
e)
manusia,keragaman,
dan kesetaraan
f)
manusia,
nilai , moral, dan hokum
g)
manusia,sains,
teknologi dan seni.
h)
manusia
dan lingkungan
menyimak dari
isi kajian di atas, dapat dikemukakan bahwa kajian ISBD mencakup masalah social
dan masalah budaya serta keberadaan manusia sebagai subjek bagi masalah-masalah
tersebut. baik dihadapkan pada masalah social maupun budaya tersebut,
diharapkan manusia dapat meningkatkan wawasannya, kepekaannya, serta berempati
terhadap masalah maupun pemecahan masalahnya.
B. PANDANGAN HIDUP
MANUSIA
1. Pengertian Pandangan Hidup
Menurut
Koentjaraningrat (1980) pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh
suatu masyarakat yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan
didalam masyarakat. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap
hidup. Sedangkan menurut Manuel Kaisiepo 1982, pandangan hidup merupakan bagian
hidup manusia. Tidak ada seorang pun tang hidup tanpa pandangan hidup meskipun
tingkatannya berbeda-beda. Pandangan hidup mencerminkan citra dari seseorang
karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya.
Apa yang
dikatakan oleh seseorang adalah pandangan hidup karena dipengaruhi oleh pola
berfikir tertentu. Tetapi, terkadang sulit dikatakan sesuatu itu pandangan
hidup, sebab dapat pula hanya suatuidealisasi belaka yang mengikuti kebiasaan
berfikir yang sedang berlangsung di dalam masyarakat. Setiap Bangsa, Negara
maupun manusia yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas kearah mana
tujuan yang ingin dicapainya sangatmemerlukan pandangan hidup. Dengan pandangan
hidup yang jelas, suatu Bangsa, Negara maupun manusia akan memiliki pegangan
dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam gerak
masyarakat yang semakin maju. Berpedoman pada pandangan hidup itu pula
seseorang akan mampu membangun dirinya.
Pandangan hidup
cendrung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap dalam
pembuatan, pembenaran atau rasionalisasi nilai-nilai. Pandangan hidup memberi
pandangan pada nilai-nilai yang dimilikinya sendiri baik Bangsa, Negara maupun
manusia yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekat untuk mewujudkannya.
2. Sumber Pandangan
Hidup
Macam-macam
pandangan hidup dapat digolongkan kedalam tiga kelompok, yaitu:
1)
Pandangan hidup
yang bersumber dari agama (pandangan hidup muslim). Pandangan hidup ini
memiliki kebenaran mutlak. Contoh, pandangan hidup muslim(orang islam) bersumber
dari Al-Quran dan sunnah (sikap, perkataan, dan perbuatan Nabi Muhammad SAW).
Dengan demikian maka pandangan hidup muslim yang setia kepada islamtentang
berbagaimasalah asasi hidup manusia, merupakan jawaban muslim yang islam oriented mengenai berbagai persoalan
pokok hidup manusia yang tersimpul dalam Al-Quran dan Hadits.
2)
Pandangan hidup
yang bersumber dari ideologi merupakan abstaksi dari nilai-nilai budaya suatu
negara atau bangsa. Misalnya ideologi pancasila
3)
Pandangan hidup
yang bersumber dari hasil renungan seseorang sehingga dapat merupakan ajaran
atau etika hidup. Misalnya aliran kepercayaan seperti agama Animisme, Kong Chu,
Sinto, Budha, Hindu, Angtingkan, dll.
3.Manusia Dan
Pandangan Hidup
Akal dan budi
sebagai milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia itu.
Sebab akal dan budi mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan
makhluk lain. Satu diantara keunggulan manusia tersebut adalah pandangan hidup.
Disatu pihak manusia menyadari kehidupannya lebih kompleks.
Menurut
Drijarko S. J. Mengatakan bahwa manusia itu serba terhubung dengan dunia
jasmani sekitarnya, terhubung erat dengan masyarakat dan akhirnya manusia itu
tergantung seluruhnya pada yang ada, yang mutlak, yaitu Tuhan.
Pandangan hidup
adalah Filsafat hidup. Sesuai dengan arti filsafat yaitu cinta akan kebenaran
tentulah bentuk kebenaran yang akan dicapai kebenaran yang dapat diterima oleh
siapa saja.
Kesadaran akan
kelemahan dirinya memaksa manusia mencari kekuatan diluar dirinya. Dengan
kekuatan ini manusia berharap dapat terlindung dari ancaman-ancaman yang selalu
mengintai dirinya, baik yang fisik maupun yang non fisik, seperti penyakit,
bencana alam, kegelisahan, ketakutan.
Banyak orang
yang pandangan hidupnya didasari pandangan-pandangan hidup untuk mengumpulkan
harta sebanyak-banyaknya; pada waktu mudanya, tetapi disaat-saat mendekati
kematiannya mulai berbuat seperti orang-orang yang hidup beragama.
Jadi pandangan
hidup merupakan keseluruhan garis dan kecendrungan jalan-jalan dan nilai-nilai
yang akan dicapaiuntuk landasan semua dimensi kehidupan. Dengan demikian bahwa
pandangan hidup merupakan masalah yang asasi bagi manusia. Sayangnya manusia
tidak memahami dan menyadarinya, sehingga banyak orang yang memeluk sesuatu
agama semata-mata atau sadar keturunan. Akibatnya banyak orang yang beragama
hanya pada lahirnya saja dan tidak sampai batinnya, atau sering dikenal dengan
agama KTP. Padahal urusan agama adalah urusan akal, seperti dikatakan oleh Nabi
Muhammad SAW: “Agama adalah akl, tidak
ada agama bagi orang-orang yang tidak berakal”.
Maksud Nabi
Muhammad SAW tersebut adalah agar manusia dalam memilih suatu agama benar-benar
berdasarkan pertimbangan akalnya, dan bukan semata-mata karena asas keturunan.
Hal ini di tegaskan dalam firman Allah SWT, surat Al-Baqarah ayat 236 yang
artinya: “Tidak ada paksan untuk memasuki
suatu agama, sesungguhnya telah jelas antara jalan (agama) yang benar dan jalan
(agama) yang salah”.
Dalam firman
Allah SWT itu tersirat bahwa betapa Dia menghargai akal manusia. Dia hanya menawarkan
atau mendorongkan ini yang baik dan ini yang buruk. Akhir keputusan terserah
kepada manusia, sebab manusia mempunyai akal. Dan Allah SWT telah berfirman
dalam surat Ali Imran ayat 19 yang artinya: ”Agama yang benar bagi Allah itu hanyalah Islam”. Namun agama apa
yang akan dipilih oleh manusia sebagai sandaran hidupnya, diserahkan hidupnya
kepada manusia itu sendiri.
Pandangan hidup
ternyata sangat penting, baik untuk kehidupan sekarang maupun kehidupan di
akhirat, dan sudah sepantasnya setiap manusia memilikinya. Maka pilihan
pandangan hidup harus betul-betul berdasarkan pilihan akal, bukan sekedar
ikut-ikutan saja.
Ø Pandangan hidup berbeda dengan cita-cita. Cita-cita
misalnya:
·
Ingin punya
istri cantik, terpelajar tapi setia
·
Ingin punya
suami tinggi, tampan (simpatik), pilot dan setia
·
Ingin jadi
insinyur, doktor, atau pilot
·
Ingit hidup
selamat, bahagia alis tidak kekurangan apapun
Ø Sedangkan pandangan hidup:
·
Hidup bahagia,
sejahtera
·
Hidup
sejahtera, penuh kebahagiaan dan cinta kasih
·
Hidup panjang
umur untuk sanad kerabat dan dirinya serta bahagia, penuh cinta kasih
Bagi yang membutuhkan contoh file makalah Ilmu sosial Budaya Dasar di atas secara lengkap, klik DI SINI

Dapat dari mana filenya itu neng
BalasHapusDari Otakku Yang mencair .......
BalasHapus