Minggu, 22 November 2015

Pengantar Ilmu Sosial Budaya


PENGANTAR ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

Tugas Mata Kuliyah :  Ilmu Sosial Budaya
Dosen Pembimbing : Dian Puspita, M. Hum







Disusun Oleh  :
Nur Hasana ( 13187205013 )
Edi Purnomo (13187205004 )


PROGRAM STUDY PPKN
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ANGKATAN 2013
PEMBAHASAN

A.     HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ISBD
1.     Hakikat ISD dan IBD
secara garis besar ilmu dan pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu:[1]
a.       ilmu alamiah (natural sciences)
b.      ilmu social (social sciences)
c.       pengetahuan budaya (the humanistic)
ilmu social dasar (ISD) termasuk dalam kelompok ilmu social. namun, ISD tidak bersifat sebagai pengantar kea rah suatu bidang disiplin ilmu social sebagaimana pengantar ilmu politik, pengantar antropologi, pengantar sosiologi, dan sebagainya. ISD menggunakan pengertian yang berasal dari berbagai disiplin ilmu untuk menanggapi masalah-masalah social, khususnya yang dihadapi masyarakat Indonesia.
ISD mempunyai tema pokok, yaitu hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya. adapun objek sasaran atau objek kajian ISD adalah sebagai berikut:
a)    berbagai kenyataan bersama merupakan masalah social yang dapat ditanggapi melalui pendekatan sendiri maupun pendekatan antarbidang (interdisiplin).
b)    keanekaragaman golongan dan kesatuan social dalam masyarakat yang masing-masing memiliki kepentingan dan kebutuhan sendiri, tetapi terdapat juga persamaan kepentingan yang dapat mengakibatkan kerjasama dan pertentangan.
intinya, matakuliah ISD adalah upaya untuk memberkan pengetahuan dasar dan pengetahuann umum tentang konsep-konsep yang dikembangjan untuk mengkaji gejala-gejala social sehingga daya tangkap, presepsi, dan penalaran mahasiswa terhadap lingkungan social meningkat, dengan demikian kepekaan sosialnya pun bertambah.
tujuan matakuliah ISD adalah membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan cirri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan.
ilmu budaya dasar (IBD) dalam kelompok ilmu pengetahuan termasuk dalam kelompok pengetahuan budaya (the humanistic), tetapi tidak identik dengan pengetahuan budaya itu sendiri. IBD berbeda dengan pengetahuan budaya. pengetahuan budaya mengkaji masalah masalah nilai manusia sebagai makhluk berbudaya,sedangkan IBD mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya. IBD budaya ialah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai  masalah kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan pengertian yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh berbagai bidang ilmu pengetahuan atau keahlian.
adapun yang menjadi pokok kajian IBD adalah berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya serta hakikat manusia yang satu. termasuk pula didalamnya pemahaman akan system nilai budaya, yaitu konsepsi tentang nilai yang hidup dalam pikiran sebagian besar masyarakat. system nilai budaya berfungsi sebagai pedoman bagi sikap mental, pola piker dan pola prilaku warga masyarakat.
IBD merupakan suatu upaya memberikan pengetahuan dasar dan umum mengenai konsep-konsep budaya untuk menkaji masalah kemanusiaan dan budaya. pendekatan pokok kajian IBD dilakukan dengan menggunakan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep budaya dari berbagai keahlian pengetahuan buadaya maupun degan menggunakan masing-masing keahlian dalam pengetahuan budaya.
tujuan IBD adalah mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritikalterhadap masalah-masalah budaya sehingga daya tangkap, presepsi, dan penalaran budaya mahasiswa menjadi halus dan manusiawi.
namun dalam rangka evektifitas dan keterpaduan maka sesuai SK dirjen dikti no 44/2006 pengorganisasian materi maupun teknik penyajiannya digabungkan menjadi ISBD. dengan demikian ISBD dapat dikatakan sebagai paduan atau integrasi dari kajian ISD dan IBD. sebgai integrasi dari ISD dan IBD , ISBD memiliki kompetensi dasar menjadi ilmuan yang professional, yakni yang berfikir kritis, kreatif, sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, serta memiliki kepekaan dan empati terhadap solusi pemecahan masalah social dan budaya secara arif (SK dirjen Dikti No, 44 tahun 2006).
2.      Ruang lingkup ISD,IBD, dan ISBD
ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan kepada manusia yang diharapkan akan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan menanggulangi masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat (masalah social). dengan mengetahui dan mengorientasikan diri kedalamnya, paling tidak ia harus mempu mengetahui kearah mana pemecahan jalan keluar suatu permasalahan yang dihadapi.
karena, bagaimanapun juga pada saat ini masalah-masalah social telah berkembang sedemikian kompleksnya. mulai dari ruang lingkup local, regional, nasional, maupun internasional.
ruang lingkup materii yang disajikan dalam ISD meliputi :
1.      individu, keluarga, dan masyarakat.
2.      masyrakat desadan masyarakat kota
3.      masalah penduduk
4.      pelapisan social
5.      pemuda sosialisasi
6.      ilmu pengetahuan,teknilogi, dan kemiskinan.
berdasarkan hasil konsorsium pada lokakarya tahun 1982, ditetapkan behwa matakuliah IBD adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah budaya.
seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa IBD bukanlah pengetahuaan mengenai budaya. jadi materi yang disajikan bukanlah tema atau topic tentang kebudayaan. yang dijadikan pokok kajian IBD adalah aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan, maupun masalah kemanusian dan budaya, hakikat manusia yang satu, serta system nilai budaya. ruang lingkup yang dijadikan tema dalam matakuliah IBD mencakup hal-hal berikut.
a.       manusia dan pandangan
b.      manusia dan keindahan
c.       manusia dan keadilan
d.      manusia dan cinta kasih
e.       manusia dan tanggung jawab
f.       manusia dan kegelisahan
g.      manusia dan harapan
kemudian, ketika materi ISD dan IBD di gabung menjadi ISBD maka sesuai dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi memuat sejumlah substansi kajian yang mengarah pada tercapainya kompetensi dasar. artinya, bahwa pemberian substansi kajian atau ruang lingkup kajian ISBD yang ada kepada mahasiswa diharapkan dapat mencapai kompetensi dasar matakuliah yang dimaksud.
            adapun substansi kajian ISBD berdasarkan ketentuan dalam surat keputusan dirjen dikti no.30/dikti/kep/2003 tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat di perguruan tinggi Indonesia, mencakup pokok-pokok kajian sebagai berikut :
a.    pengantar ISBD
b.     manusia sebagai maklik budaya
c.    manusia dan peradaban
d.    manusia sebagai makhluk individu social
e.    manusia,keragaman,kesederajatan
f.     moralitas dan hokum
g.    manusia, sains dan teknologi
h.    manusia dan lingkungan
sedangkan menurut ketentuan baru, yaitu surat keputusan dirjen dikti nomor 44/dikti/kep/2006 tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat di perguruan tinggi, substansi kajian ISBD meliputi hal-hal berikut.
a)    pengantar ISBD
b)    manusia sebagai makhluk budaya
c)    manusia sebagai makhluk individu social
d)    manusia dan peradaban
e)    manusia,keragaman, dan kesetaraan
f)     manusia, nilai , moral, dan hokum
g)    manusia,sains, teknologi dan seni.
h)    manusia dan lingkungan
menyimak dari isi kajian di atas, dapat dikemukakan bahwa kajian ISBD mencakup masalah social dan masalah budaya serta keberadaan manusia sebagai subjek bagi masalah-masalah tersebut. baik dihadapkan pada masalah social maupun budaya tersebut, diharapkan manusia dapat meningkatkan wawasannya, kepekaannya, serta berempati terhadap masalah maupun pemecahan masalahnya.
B.  PANDANGAN HIDUP MANUSIA
1.  Pengertian Pandangan Hidup
Menurut Koentjaraningrat (1980) pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan didalam masyarakat. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Sedangkan menurut Manuel Kaisiepo 1982, pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada seorang pun tang hidup tanpa pandangan hidup meskipun tingkatannya berbeda-beda. Pandangan hidup mencerminkan citra dari seseorang karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya.
Apa yang dikatakan oleh seseorang adalah pandangan hidup karena dipengaruhi oleh pola berfikir tertentu. Tetapi, terkadang sulit dikatakan sesuatu itu pandangan hidup, sebab dapat pula hanya suatuidealisasi belaka yang mengikuti kebiasaan berfikir yang sedang berlangsung di dalam masyarakat. Setiap Bangsa, Negara maupun manusia yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas kearah mana tujuan yang ingin dicapainya sangatmemerlukan pandangan hidup. Dengan pandangan hidup yang jelas, suatu Bangsa, Negara maupun manusia akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam gerak masyarakat yang semakin maju. Berpedoman pada pandangan hidup itu pula seseorang akan mampu membangun dirinya.
Pandangan hidup cendrung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap dalam pembuatan, pembenaran atau rasionalisasi nilai-nilai. Pandangan hidup memberi pandangan pada nilai-nilai yang dimilikinya sendiri baik Bangsa, Negara maupun manusia yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekat untuk mewujudkannya.

2. Sumber Pandangan Hidup
Macam-macam pandangan hidup dapat digolongkan kedalam tiga kelompok, yaitu:
1)    Pandangan hidup yang bersumber dari agama (pandangan hidup muslim). Pandangan hidup ini memiliki kebenaran mutlak. Contoh, pandangan hidup muslim(orang islam) bersumber dari Al-Quran dan sunnah (sikap, perkataan, dan perbuatan Nabi Muhammad SAW). Dengan demikian maka pandangan hidup muslim yang setia kepada islamtentang berbagaimasalah asasi hidup manusia, merupakan jawaban muslim yang islam oriented mengenai berbagai persoalan pokok hidup manusia yang tersimpul dalam Al-Quran dan Hadits.
2)    Pandangan hidup yang bersumber dari ideologi merupakan abstaksi dari nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa. Misalnya ideologi pancasila
3)    Pandangan hidup yang bersumber dari hasil renungan seseorang sehingga dapat merupakan ajaran atau etika hidup. Misalnya aliran kepercayaan seperti agama Animisme, Kong Chu, Sinto, Budha, Hindu, Angtingkan, dll.

3.Manusia Dan Pandangan Hidup
Akal dan budi sebagai milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia itu. Sebab akal dan budi mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan makhluk lain. Satu diantara keunggulan manusia tersebut adalah pandangan hidup. Disatu pihak manusia menyadari kehidupannya lebih kompleks.
Menurut Drijarko S. J. Mengatakan bahwa manusia itu serba terhubung dengan dunia jasmani sekitarnya, terhubung erat dengan masyarakat dan akhirnya manusia itu tergantung seluruhnya pada yang ada, yang mutlak, yaitu Tuhan.
Pandangan hidup adalah Filsafat hidup. Sesuai dengan arti filsafat yaitu cinta akan kebenaran tentulah bentuk kebenaran yang akan dicapai kebenaran yang dapat diterima oleh siapa saja.
Kesadaran akan kelemahan dirinya memaksa manusia mencari kekuatan diluar dirinya. Dengan kekuatan ini manusia berharap dapat terlindung dari ancaman-ancaman yang selalu mengintai dirinya, baik yang fisik maupun yang non fisik, seperti penyakit, bencana alam, kegelisahan, ketakutan.
Banyak orang yang pandangan hidupnya didasari pandangan-pandangan hidup untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya; pada waktu mudanya, tetapi disaat-saat mendekati kematiannya mulai berbuat seperti orang-orang yang hidup beragama.
Jadi pandangan hidup merupakan keseluruhan garis dan kecendrungan jalan-jalan dan nilai-nilai yang akan dicapaiuntuk landasan semua dimensi kehidupan. Dengan demikian bahwa pandangan hidup merupakan masalah yang asasi bagi manusia. Sayangnya manusia tidak memahami dan menyadarinya, sehingga banyak orang yang memeluk sesuatu agama semata-mata atau sadar keturunan. Akibatnya banyak orang yang beragama hanya pada lahirnya saja dan tidak sampai batinnya, atau sering dikenal dengan agama KTP. Padahal urusan agama adalah urusan akal, seperti dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW: “Agama adalah akl, tidak ada agama bagi orang-orang yang tidak berakal”.
Maksud Nabi Muhammad SAW tersebut adalah agar manusia dalam memilih suatu agama benar-benar berdasarkan pertimbangan akalnya, dan bukan semata-mata karena asas keturunan. Hal ini di tegaskan dalam firman Allah SWT, surat Al-Baqarah ayat 236 yang artinya: “Tidak ada paksan untuk memasuki suatu agama, sesungguhnya telah jelas antara jalan (agama) yang benar dan jalan (agama) yang salah”.
Dalam firman Allah SWT itu tersirat bahwa betapa Dia menghargai akal manusia. Dia hanya menawarkan atau mendorongkan ini yang baik dan ini yang buruk. Akhir keputusan terserah kepada manusia, sebab manusia mempunyai akal. Dan Allah SWT telah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 19 yang artinya: ”Agama yang benar bagi Allah itu hanyalah Islam”. Namun agama apa yang akan dipilih oleh manusia sebagai sandaran hidupnya, diserahkan hidupnya kepada manusia itu sendiri.
Pandangan hidup ternyata sangat penting, baik untuk kehidupan sekarang maupun kehidupan di akhirat, dan sudah sepantasnya setiap manusia memilikinya. Maka pilihan pandangan hidup harus betul-betul berdasarkan pilihan akal, bukan sekedar ikut-ikutan saja.
Ø  Pandangan hidup berbeda dengan cita-cita. Cita-cita misalnya:
·    Ingin punya istri cantik, terpelajar tapi setia
·    Ingin punya suami tinggi, tampan (simpatik), pilot dan setia
·    Ingin jadi insinyur, doktor, atau pilot
·    Ingit hidup selamat, bahagia alis tidak kekurangan apapun
Ø  Sedangkan pandangan hidup:
·         Hidup bahagia, sejahtera
·         Hidup sejahtera, penuh kebahagiaan dan cinta kasih
·         Hidup panjang umur untuk sanad kerabat dan dirinya serta bahagia, penuh cinta kasih

Bagi yang membutuhkan contoh file makalah  Ilmu sosial Budaya Dasar di atas secara lengkap, klik DI SINI


2 komentar: