MAKALAH
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Dosen
Pembimbing :
Drs.Daryono,M.Pd.
Anggota
:
Nur
Hasana 13187205013
PROGRAM STUDY PPKN
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP PGRI PASURUAN
TAHUN 2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Mah Esa, berkat rahmat dan hidayah-Nya lah sehingga pembuatan makalah yang
berjudul “ PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN”dapat terselesaikan dengan baik tanpa
kendala apapun .
Mengenal Pribadi diri
dan orang lain, keduanya di perlukan untuk dapat saling berinteraksi
sebagaimana mestinya, tjuan makalah in di buat untuk menjelaskan bagaimana cara
mengenal perkembangan kepribadian diri sendiri dan orang lain.
Dalam kesempatan kali ini penyusun mengucapkan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan pikiran sehingga
makalah ini bisa terselesaikan. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih
sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, tegur sapa, saran dan kritikan
dari pembaca makalah ini sangat di harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi
para pembacanya.
Rabu, 26 Maret 2014
Penyusun
i
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
KATA
PENGANTAR …………………………..……………………………………… i
DAFTAR
ISI …………………………………………………………………………… ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
……………………………………………………….……… 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………...…… 1
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
…………………………………………….…….. 1
1.4 Manfaat Penulisan Makalah
………………………………………………..... 1
BAB
III PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Kepribadian………………………………………………………..
2
1.2 Pengertian Perkembangan …………………………………………………… 6
1.3 Perkembangan Kepribadian
………………………………………………….. 7
1.4 Perkembangan Kepribadian dalam Perinsip-perinsip Belajar
….…………… 11
BAB
III PENUTUP
1.1 Kesimpulan……………………………………………………………………..
14
DAFTAR
PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.5
Latar Belakang
Masalah
kepribadian adalah masalah yang sangat erat hubungannya dengan perkembangan
hidup manusia yang selalu mengalami perubahan, di dalam rangka nation and
character building, yang mengarah kepada pembentuksn persatuan bangsa yang
secar mutlak perlu di usahakan dan dijaga. Sesuai dengan arti dan maksut diri
dari kepribadian dalam kehidupan mausia.
1.6
Rumusan
Masalah
1.6.1
Bagaimanakah Pengertian Kepribadian ?.
1.6.2
Bagaimanakah pengertian Perkembanagan ?.
1.6.3
Bagaimanakah Perkembangan Kepribadian manusia ?.
1.6.4
Bagaimakah Membentuk Kepribadian yang baik ?.
1.7
Tujuan Penulisan Makalah
1.7.1
Mampu menjelaskan definisi kepribadian.
1.7.2
Mampu menjelaskan pengertian perkembangan.
1.7.3
Mampu mengetahui perkembanagn kepribadian manusia.
1.7.4
Mampu membentuk kepribadian yang baik.
1.8
Manfaat Penulisan Makalah
1.8.1
Bisa dan dapat menjelaskan apa arti dari perkembangan
kepribadian .
1.8.2
Dapay membentuk kepribadian yang baik.
1.8.3
Dapat menbedakan dan menjelaskan perkembangan kepribadian manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian
Kepribadian
Kata
kepribadian berasal dari
kata personality yang
berasal dari kata personal yang
berarti kedok atau
topeng, yaitu tutup
muka yang sering
dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya
untuk menggambarkan perilaku,
watak atau pribadi seseorang. hal itu
dilakukan oleh karena
terdapat ciri-ciri yang
khas yang hanya
dimiliki oleh seseorang
tersebut baik dalam
arti kepribadian yang
baik, atau yang
kurang baik. sebenarnya
manusia itu didalam
kehidupannya sehari-hari tidak
selalu membawakan dirinya
sebagaimana adanya, melainkan
selalu menggunakan tutup
muka , maksudnya adalah
untuk menutupi kelemahannya, atau ciri-cirinya
yang khas supaya
tindakannya itu dapat diterima
oleh masyarakatnya. di dalam kehidupan
sehari-hari ditenga
masyarakat, kebanyakan orang
hanya akan menunjukkan
keadaanya yang baik-baik saja
dan untuk itu
maka dipakailah topeng,
atau personal itu, dengan topeng
itu kadang-kadang orang
akan mendapatkan kedudukan,
penghasilan atau prestise
yang lebih dari pada
bila tanpa topeng.
sekalipun ia terpaksa
harus bertindak, berbicara
atau berbuat yang
bukan saja tidak
sesuai dengan dirinya
sendiri, melaikan kadang-kadang sama
sekali bertentangan dengan
hakekat kepribadiannya sendiri.
Sepanjang hidup
manusia, selalu memakai
topeng untuk menutupi
kehidupan batiniahnya manusia
hampir tidak pernah
berlaku wajar, sesuai
dengan hakekat dirinya
sendiri, dan untuk
yang terakhir ini
manusia harus berlatih
dengan tekun dan
bersungguh-sungguh dalam waktu
yang lama sekali,
sebab selama ia
hanya berlaku dengan
kedok itu ia
tidak akan menjumpai
kepuasan didalam hidupnya.
dalam keadaan yang demikian,
keadaan dirinya disembunyikan
sedalam-dalamnya, sehingga hampir-hampir
orang itu tidak
lagi mengenal siapakah
dirinya itu, kemampuan yang
sebenarnya pada dirinya apa pula
kelemahannya, hal inilah
yang menyebabkan mengapa kehidupan
manusia ini tidak
dapat berada di
dalam ketenangan yang
selama ini dicarinya. Tetapi bila
orang mau dengan
setalus hati melepaskan
topengnya, dengan melihat
keadaan dirinya sedalam-dalamnya, dengan segala
kekuatan dan kelemahannya, dengan apa
adanya dan dimanfaatkannya kekuatannya sendiri,
bakatnya, kemampuannya, maka
orang itulah yang
akan menemukan ketenangan
hidupnya.
Personality itu
adalah suatu organisasi psichopysis
yang dinamis daripada
seseorang yang menyebabkan
ia dapat menyesuaikan
diri dengan lingkungannya. dan personality
is a sosial stimulus merupakan
perangsang bagi orang lain.
jadi bagaimana cara
orang lain itu
berreksi terhadap kita ,
itulah kepribadian kita.
sebagian menurut para pakar
G. W . Allport personality itu merupakan
suatu kebulatan kebulatan
itu bersifat kompleks kompleksnya
itu disebsbkan oleh
karena banyaknya faktor-faktor dalam
dan faktor -faktor luar
yang ikut menentukan
kepribadian. Paduan antara faktor-faktor
dalam dan faktor-faktor
luar itu menimbulkan
gambaran yang unik, artinya
tidak ada individu
yang benar-benar indentik
antara yang seorang
dengan yang lain.
Keperibadian adalah
suatu totalitas yang
kompleks dari individu sehingga nampak
di dalam tingkahlakunya yang
unik. Ada sebagaian besar
tingkahlaku yang sama
antara yang seorang
dengan yang lain.
namun yang benar-benar identik
tidak pernah ada
sejak adanya manusia, sebagian besar
yang identik itulah
yang dipelajari oleh
tipologi, sedang ketidaksamaannya itulah
yang dipelajari oleh
psikologi kepribadian.
Menurut
Freud Kepribadian terdiri atas tiga aspek, yaitu. Antara lain :
1. Das
Es ( the id )
Das Es aspek
ini adalah aspek
biologis dan merupakan
sistem yang orisinil didalam kepribadian, dari aspek
inilah kedua aspek
yang lain tumbuh . FREUD menyebutnya
juga realita psykhis
yang sebenar - benarnya
, oleh karena das Es itu merupakan
dunia batin , das Es berisikan
hal – hal yang dibawah sejak
lahir ( unsur – unsur biologis )
. dapat meningkat oleh
karena perangsang baik
perasang dari luar maupun
perangsang dari dalam . apabila enersi
itu meningkat maka
lalu menimbulkan tegangan
dan ini menimbulkan pengalaman
tidak enak ( tidak menyenangkan ) yang oleh das Es tidak
dapat dibuarkan karena
itu apabila enersi
meningkat, yang berarti
ada tegangan segalah
das Es menduskusikan enersi itu
untuk menghilangkan rasa tidak
enak jadi yang
menjadi pedoman dalam
berfungsinya das Es ialah menghidarkan diri
ketidak enak dan
mengerjar kenakan , pedoman
ini di sebut FREUD “ perinsip kenikmatan “ atau “ perinsip
keenakan “ .
2. Das
Ich ( the ego )
Aspek ini
adalah aspek psichologis dari pada
kepribadian dan timbul
karena kebutuhan organisme
untuk berhubungan secara
baik dengan dunia
kenyataan ( Realitas ) disini
lah letak perbedaan
yang pokok antara
das Es dan das
Ich , yaitu kalau das Es
itu hanya mengenal
dunia subyektif ( dunia batin ) maka das Ich dapat
membedakan sesuatu yang
hanya ada di
dalam batin dan
sesuatu yang ada
di dunia luar
batin ( dunia obyektif , dunia
realita ) di
dalam berfungsinya das Ich
berpegang pada perinsip
kenyataan atau prinsip
realita dan bereaksi
dengan proses sekunder . tujuan realitas
prinsip itu ialah mencari
obyek yang tepat
( serasi ) , proses sekunder
itu adalah proses
berpikir realistis dengan
mempergunakan proses sekunder
das Ich merumuskan suatu
rencana untuk pemuasan
kebutuhan dan mengujinya
atau mengetestnya , bisa dengan
tindakan untuk mengetahui
apakah rencana itu
berhasil atau tidak .
das Ich dapat pula
dipandang sebagai aspek
eksekutip dari pada
kepribadian , oleh karena das Ich
mengontrol jalan – jalan yang
ditempuh memilih kebutuhan – kebutuhan yang
dapat dipenuhi serta
cara – cara memenuhinya ,
serta memilikih obyek – obyek yang
dapat memenuhi kebutuhan
didalam menjalankan fungsi.
3. Das Ueber
Ich ( the super
ego )
Yaitu aspek sosiologis
dari pada kepribadian, merupakan wakil dari nilai0nilai tradisional serta
cita-cita masayrakat sebagaimana ditafsirkan orang tua kepada anak-anaknya,
yang di masukkan (diajarkan) dengan berbagai perintah dan larangan .
Das Ueber Ich lebih
merupakan kesempurnaan dari pada kesenangan karena itu
das Uebar Ich dapat pula
di anggap sebagai
aspek moral dari
pada kepribadian . fungsinya
yang pokok ialah
menentukan apakah sesuatu
benar atau salah
, pantas atau tidak , susila atau
tidak , dan dengan demikian pribadi
dapat bertindak sesuai
dengan moral masyarakat.
Das Ueber Ich diinternalisasikan dalam perkembangan anak
sebagai responden terhadap
hadia dan hukuman
yang di berikan oleh
orang tua dan
pendidik – pendidik yang lain .
dengan maksud untuk
mendapatkan hadiah dan
menghidari hukuman anak
mengatur tingkahlakunya sesuai
dengan garis – garis yang
dikehedaki oleh orang
tuanya . apapun juga yang
dikatakannya tidak baik
dan bersifat menghukum
akan cenderung untuk
menjadi “zon
scientia” anak
apapun jua yang
disetujui dan membawa
hadiah cenderung untuk
menjadi Ich-ideal anak.
Mekanisme yang
menyatukan sistem tersebut
kepada pribadi disebut
introveksi. Jadi Ueber Ich itu berisikan dua hal akni conscientia dan
ich ideal . Conscientia menghukum orang dengan memberikan rasa dosa, sedangakn
Ich ideal menghadiai orang dengan rasa
bangga akan dirinya
dengan terbentuknya das Ueber Ich
ini maka kontrol
terhadap tingkah laku
yang dulunya dilakukan
oleh orang tuanya
menjadi di lakukan
oleh pribadi sendiri
.
Adapun fungsi pokok
dari pada Das Ueber Ich itu dapat kita lihat di dalam hubungan dengan ketiga
aspek dari kepribadian itu yaitu :
a.
Merintangi
implus-implus Das Es terutama implus-implus sexsual dan agresif yang
pernyataannya sanagt di tentang oleh masyarakat.
b.
Mendorong Das Ich untuk
lebih menegejar hal-hal yang irrealistis dari pada yang realistis.
c.
Mengejar kesempurnaan.
1.2 Pengertian Perkembangan
Perkembangan menurut Lewin adalah
mendefinisikan perkembangan adalah perubahan tingkahlaku. Pokok-pokok
pikirannya adalah sebagai berikut :
a. Perkembangan,
berarti perubahan di dalam variasi tingkah laku. Makin bertambah umur
seseorang, varasi kegiatannya makin bertambah pula.
b. Perkembangan
berarti perubahan dalam organisasi dan struktur tingkahlaku.
1.3 Perkembangan
Kepribadian
Makin bertambah umur anak, tidak
hanya variasi ingkah lakunya yang bertambah, melainkan juga struktur dan
organisasi tingkah lakunya bertambah. Makin lama makin komplek. Antara lain
yang bertambah :
1. Struktur
Relasi bertambah
Anak kecil yang
mula-mula baru dapat mengadakan relasi dengan ibunya, makin lama makin dapat
berelasi dengan orang lain dan makin lama makin banyak.
2. Hierarki
bertambah kompleks
Anak kecil yang mula
mula hanya dapat menggunakan sesuatu alat permainan, maka makin bertambah
umurnya, ia akan makin banyak menggunakan alat permainan itu untuk kebutuhan
yang makin banyak pula.
3. Struktur
tingkahlaku menjadi lebih komplek
Anak kecil yang semula
hanya dapat melakukan sesuatu perbuatan, makin bertambah umurnya makin banyak
pula untuk dapat melakukan perbuatan.
4. Bertambah
luasnya arena aktivitas
Makin bertambah dewasa
seseorang , maka karena aktivitasnya makin bertambah luas ,juga terjadi
perluasan dalam dimensi waktu, Misalnya, anak kecil terikat pada masa kininya
makin bertambah umurnya , ia makin liuas pula pandangan waktunya, dan pada msa
dewasanya ia dapat melihat kemasa lampau untuk merencanakan masa kininya agar
dapat menyongsong masa yang akan datang.
5. Perkembangan
berarti perubahana dalam tahap realita
Makin bertambah umur
seseorang , maka taraf realitanya juga akan meningkat ,artinya makin dapat
membedakan antara yang abstrak, khayal, bayangan nyata ,dsb.
6. Perkembanagan
berarti makin terdifferefsiasinya tingkah laku
Anak kecil yang
mula-mula hanya dapat memegang sesuatu dengan kedua tangannya , makin lama
dapat emegang dengan satu tangan dan kemudian dengan kelima jarinya, akhirnya
cukup hanya dengan dua jarinya saja.
7. Perkembangan
berarti stratifikasi
Makin bertambah umur, seseorang makin banyak
akana makin pandai menyembunyikan isi hatinya, jika aaka dapat berdusta semu,
maka orang dewasa dapat berdusta dengan sengaja. Ia dapat menyembunyikan
perbuatannya, hatrinya, fikirannya, dsb.
Melihat teori autonomi fungsional nyata
bahwa individu setiap lahir mengalami perubahan-perubahan yag penting
dijelaskan perubahan kepribadian itu dalam masa di bawah ini. Antara lain
:
v Kanak-Kanak (
infant )
Sebagai makhluk
yang perlengkapi dengan
keturunan-keturunan, dorongan-dorongan
atau nafsu-nafsu dan refleks-refleks, jadi sebelum
memiliki bermacam-macam
sifat yang kemudian
dimilikinya dengan kata
lain belum memiliki kepribadian, pada waktu
lahir ini anak
telah mempunyai potensi-potensi baik
physik maupun terperamen.Yang akualisasinya
tergantung kepada perkembangan
dan kematangan kecuali
itu neinatus telah
memiliki refleks-refleks tertentu
( mengisap, menelan ) serta melakukan
gerakan-gerakan yang masih belum
terdifferensikan , dimana
hampir semua gerakan
otot-otot ikut itu
ikut di gerakkan .
Dalam
masa ini anak ini merupakan makhluk yang punya tegangan-tegangan dan perasaan enak tak enak, jadi pada masa
ini yang biologistis yang bersadar pada pentingnya hadiah atau hukuman, atau
hokum effek atau prinsip kesenangan adalah sangat cocok, jadi dengan di dorong
oleh kebutuhan mengurangi ketidak enakan sampai minimal dan mencari keenakan
samapai maksimal anak itu berkembang.
Pertumbuhan itu
merupakan proses diffrensiasi
dan integrasi yang
berlangsung secara berangsur-angsur. Pada tahun pertama
anak telah menujukkan perbedaan-perbedaan kwalitet , misalnya perbedaan-perbedaan
ekpressi-ekpressi emosionil , yang cenderung
untuk tetap dan
terbentukmenjadi cara
penyesuaian diri pada masa yang selanjutnya, jadi beberapa tingkah
laku anak itu
merupakan perintis bagi
pola-pola kepribadian selanjutnya, kesimpulannya bawah
anak telah menunjukkan
dengan pasti sifat – sifat yang
khas.
v Transformasi
Kanak-Kanak
Manusia itu
adalah organisme yang
pada waktu lahirnya
adalah makhluk biologis , lalu berubah atau berkembang
menjadi individu yang
egonya selalu berkembang setruktur-struktur sifat – sifatnya meluas
dan merupakan inti
dari pada tujuan–tujuan dan aspirasi masa depan . didalam perkembangan
ini tentu saja
peranan yang menentukan
ada–ada autonomi fungsional, prinsip ini menjelaskan
bawah apa yang
mula – mula alat untuk
tujuan biologis dapat
menjadi motif yang
autonom yang mendorong
dan memberi arah
tingka laku .
v Orang Dewasa
Pada orang dewasa ini
factor-faktor yang menentukan tingkah laku ini adalah sifat-siafat yang
terorganisasikan dan selaras. Sifat-sifat ini timbul dari beberapa cara dari
perlengkapan-perlengkapan yang di miliki. Bagaimana jala perkembangan ini yang
sebenarnya tidaklah penting yang penting ialah kini sebagaimana Allport “ What
drivers behavior, drives now”, and we not neet now know the history of the
drive in order to understand its operation (“ Apa yang
pengendarai-pengendarai tingkah laku, penyimpangan-penyimpangan sekarang”, dan
kami tidak harus wawasan sekarang sejarah dari pengeringan supaya untuk
mengerti operasinya ).
Sampai batas – batas
tertentu berfungsinya sifat – sifat
itu disadari dan rasional.
Biasanya individu yang
normal mengerti atau
menyadari apa yang
dikerjakannya dan mengapa
itu dikerjakannya . untuk
memahami manusia dewasa
tidak dapat kita lakukan tanpa
mengerti tujuan – tujuan serta
aspirasi – aspirasinya .
Motif–motifnya terutama
tidak berakar di
masa lampau tetapi
terutama bersadar pada
masa depan. Pada umumnya
kita dapat lebih
tahu akan apa
yang hendak dikerjakan
seseorang kalau kita
tahu rencana – rencana yang
disadarinya daripada ingatan – ingatannya yang
tertekan.
Dari pada itu harus di
ingat bahwa orang dewasa tidak selalu ideal. Dalam kenyataannya tidak selalu
demikian , banyak orang yang tak mempunyai kematangan/kedewasaan penuh dengan
di sebabkan oleh banyak factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
kepribadiannya.
Demikian beberapa hal
yang harus ada pada pribadi yang dewasa
:
1. Extention
of the self
Yaitu bahawa hidupnya
tidak harus terikat secara sempit kepada kegiatan-kegiatan yang erat
hubungannya dengan kebutuhan-kebutuhan serta kewajiban-kewajiban yang lanbgsung
, dia harus dapat mengambil bagian dan menikmati bermacam macam kegiatan .Suatu
bagian penting dari pada Extention of the self ialah proyeksi ke masa depan :
merencanakan dan mengharap.
2. Self
Objectification
Ada dua komponen poko dalam hal ini ialah humor dan
insight.
·
Insight yang dimaksud
disini adlah kecakapan individu untuk mengerti dirinya.
·
Humor disisni tidak
hanya berarti kecakapan untuk mendapatkan kesenangan dan hal yang
mentertawakan, tetapi juga kecakapan yang lebih di pertahankan hubungan positif
denagn dirinya dan objek yng disenangi, serta menyadari adanya ketidak
selarasan dalam hal ini.
3. Filsafat
Hidup
Walaupun indivisu itu harus dapat
objketif da bahkan menikmarti kejadian-kejadian dalam hidupnya ,namaun mesti
adalatar belakang yang mendasari sesuatu yang dikerjakannya , yang memberinya
arti dan tujuan. Religi merupakan suatu hal yang penting dalam hal ini.
1.4
Perkembangan Kepribadian dalam perinsip
– perinsip belajar
Perkembangan sebagian
proses belajar di gambarkan
melewati serankaian titik – titik
yang merpakan kejadian – kejadian yang
merupakan penjelemaan dari pada
pola – pola tingkahlaku yang
didorong oleh erg
.Jelasnya
apabila ada pola
penyesuaian bertemu dengan
keadaan lingkungan yang
berpengaruh terhadap pola
penyesuaian tersebut maka
tentulah menimbulkan hasil
dalam kepribadian yang
bersujud perubahan atau perkembangan pada
anak .
Individu memulai
usaha untuk mendapatkan
pemuasan dalam sesuatu organ
tertentu. Akibat dari usaha ini ada empat macam kemungkinan , yaitu :
1. individu mungkin
mendapatkan pemuasan berkat
adanya pola tingkalaku
yang dibawah sejak
lahir .
2. Individu
mungkin gagal dalam pencapaian pemuasan karena kurang efektifntya pola pola
response perseptuil dan motoris yang dibawa sejak lahir untuk menghadapi
faktoir factor lingkungan yang ada pada waktu itu .
3. pola
yang berdasar erg
itu mungkin dimodifikasikan atau
disisihkan dengan mengatifkan
ego lain yang
tadinya subsider terhadap
erg yang disisikan itu.
4. idividu mungkin
gagal dalam mencapai
tujuan karena adanya
sesuatu halangan atau
barrier, walaupun jalan
kearah tujuan itu
cukup jelas .
Sejak dilahirkan , setiap orang bertumbuh
dan berkembang menurut
masa dan irama
perkembangan sendiri – sendiri ,
membawa daya kemampuan
kondratnya sendiri yang
di kembangtumbukan
lingkungan sendiri . sehingga hasilnya merupakan sesuatu yang
komplek dan unik
yang seakan – akan tidak
seorangpun ada persamaan
dengan orang yang
lain dalam hal
apapun .
Sebenarnya diantara manusia yang
satu dengan yang lain
ada pula persammaannya , misalnya tentang
masa – masa yang dilalui
disepanjang hidupnya sejahu
manusia berada di
dalamm kehidupan yang normal . tiap
manusia akan selalu bersama
melewati masa banyi ,
masa kanak – kanak masah
sekolah , masa
remaja , masa dewasa
dan masa tua . tiap
masa mempunyai tugas
yang hampir bersama
pula masa kanak – kanak
bertugas mengembangkan diri
dengan bermain .
masa anak bertugas
mengembangkan diri dengan
belajar , masa remaja bertugas
membekali diri untuk
kehidupan yang bahagia
dan masa dewasa
bbertugas membina keluarga
dengan pekerjan – pekerjaan yang
dapat mendapatkan hasil
guna mempertahankan hidup
dan kehidupan selajudnya.
Beberapa aspek pskis
yang dapat diperguanakan untuk membantu pembentukan pribadi ataupun mengembangkan
kepribadian yang baik. Yaitu :
-
Kepercayaa kepada diri
sendiri.
-
Sikap optimis.
-
Sikap berhati-hati.
-
Sikap menjauhi
tergantung kepada orang lain.
-
Sikap menjauhi
mementingkan diri sendiri.
-
Toleransi.
-
Ambisi.
-
Kepekaan sosal.
BAB III
PENUTUP
1.1 KESIMPULAN
Dalam pembahasan
makalah ini kiranya kita telah menyadari sampai dimana gambaran kita , gambaran
pribadi kita , bila kita bercermin pada diri kita sendiri , baik sebagi produk
keluarga (orang kita terdahulu) , dan sebagi produk pendidikan yang telah kita
terima di tambah dengan pengalaman hidup kita sampi sekarang.
Biarkan orang lain lebh
baik dari pada kita , yang penting adalah kuta yang sekarang harus lebih baik
dari pada kita yang kemarin disitulah kita akan dapt melihat seberapa besar
pengaruh dan manfaat yang kita peroleh dari perkembanagn kepribadian yang telah
kita alami selama hidup di dunia ini. Dalam hal inilah arti kehadiran
pendidikan di tengah kehidupan masyarakat , yaitu membantu agar tiap individu
mampu menjadi anggota kesatuan sosial manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Kunkel,
Fritz Dr. Ruth, Pendidikan Pribadi, Balai Pustaka, Jakarta, 1953.
Ø Noeng
Muhadjir, Pengukur Kepribadian, Rake Pressl 975.
Ø Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Psikologi I s/d III, Dirjen. Pendidikan Dasar,
Jakarta, 1958
Ø Dahler
SJ, Franz, dr,Menuju Kesehatan Psikis, Yayasan Kanisius, Yogyakarta, 1975.
Ø Kartini
Kartono, Dra. Teori Kepribadian dan Mental Hygieni, alumni,Bandung, 1971.
Borgata Hotel Casino & Spa - MapyRO
BalasHapusFind MGM Resorts 창원 출장안마 Casino and Spa, Atlantic 파주 출장안마 City, NJ 08401, United States, 평택 출장안마 ratings, photos, prices, 군산 출장안마 expert 당진 출장안마 advice, traveler reviews and tips, and more information from