Senin, 25 April 2016

perkembangan kepribadian



MAKALAH
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN


Dosen Pembimbing :
Drs.Daryono,M.Pd.

Anggota :
Nur Hasana 13187205013


PROGRAM STUDY PPKN
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP PGRI PASURUAN
TAHUN 2014
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Mah Esa, berkat rahmat dan hidayah-Nya lah sehingga pembuatan makalah yang berjudul “ PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN”dapat terselesaikan dengan baik tanpa kendala apapun .
Mengenal Pribadi diri dan orang lain, keduanya di perlukan untuk dapat saling berinteraksi sebagaimana mestinya, tjuan makalah in di buat untuk menjelaskan bagaimana cara mengenal perkembangan kepribadian diri sendiri dan orang lain.
Dalam kesempatan kali ini penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan pikiran sehingga makalah ini bisa terselesaikan. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, tegur sapa, saran dan kritikan dari pembaca makalah ini sangat di harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembacanya.

Rabu, 26 Maret 2014
   Penyusun




i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR …………………………..………………………………………   i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………   ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ……………………………………………………….………  1
1.2   Rumusan Masalah ……………………………………………………...……  1
1.3  Tujuan Penulisan Makalah …………………………………………….……..  1
1.4  Manfaat Penulisan Makalah ……………………………………………….....  1
BAB III PEMBAHASAN
1.1  Pengertian Kepribadian……………………………………………………….. 2
1.2   Pengertian Perkembangan …………………………………………………… 6
1.3  Perkembangan Kepribadian ………………………………………………….. 7
1.4  Perkembangan  Kepribadian dalam Perinsip-perinsip Belajar ….…………… 11
BAB III PENUTUP
1.1  Kesimpulan…………………………………………………………………….. 14
DAFTAR PUSTAKA





ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.5  Latar Belakang
Masalah kepribadian adalah masalah yang sangat erat hubungannya dengan perkembangan hidup manusia yang selalu mengalami perubahan, di dalam rangka nation and character building, yang mengarah kepada pembentuksn persatuan bangsa yang secar mutlak perlu di usahakan dan dijaga. Sesuai dengan arti dan maksut diri dari kepribadian dalam kehidupan mausia.
1.6   Rumusan Masalah
1.6.1        Bagaimanakah Pengertian Kepribadian ?.
1.6.2        Bagaimanakah pengertian Perkembanagan ?.
1.6.3        Bagaimanakah Perkembangan Kepribadian manusia ?.
1.6.4        Bagaimakah Membentuk Kepribadian yang baik ?.
1.7   Tujuan Penulisan Makalah
1.7.1        Mampu menjelaskan definisi kepribadian.
1.7.2        Mampu menjelaskan pengertian perkembangan.
1.7.3        Mampu mengetahui perkembanagn kepribadian manusia.
1.7.4        Mampu membentuk kepribadian yang baik.
1.8  Manfaat Penulisan Makalah
1.8.1        Bisa dan dapat menjelaskan apa arti dari perkembangan kepribadian .
1.8.2        Dapay membentuk kepribadian yang baik.
1.8.3        Dapat menbedakan dan menjelaskan perkembangan kepribadian manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Kepribadian
            Kata kepribadian  berasal  dari  kata  personality  yang   berasal  dari kata personal  yang  berarti  kedok  atau  topeng, yaitu  tutup  muka  yang  sering  dipakai  oleh  pemain-pemain  panggung, yang  maksudnya  untuk  menggambarkan  perilaku,  watak  atau pribadi  seseorang. hal  itu  dilakukan  oleh  karena  terdapat  ciri-ciri  yang  khas  yang  hanya  dimiliki  oleh  seseorang  tersebut  baik  dalam  arti  kepribadian  yang  baik,  atau  yang  kurang  baik.  sebenarnya  manusia  itu  didalam  kehidupannya  sehari-hari  tidak  selalu  membawakan  dirinya  sebagaimana  adanya,  melainkan  selalu  menggunakan  tutup  muka  , maksudnya  adalah  untuk  menutupi   kelemahannya, atau  ciri-cirinya yang  khas  supaya  tindakannya  itu dapat  diterima  oleh  masyarakatnya. di dalam  kehidupan  sehari-hari  ditenga  masyarakat,  kebanyakan  orang  hanya  akan  menunjukkan  keadaanya  yang  baik-baik  saja  dan  untuk  itu  maka  dipakailah  topeng,  atau  personal  itu,  dengan  topeng  itu  kadang-kadang  orang  akan  mendapatkan  kedudukan,  penghasilan  atau  prestise  yang  lebih  dari pada  bila  tanpa  topeng.  sekalipun  ia  terpaksa  harus  bertindak,  berbicara  atau  berbuat  yang  bukan  saja  tidak  sesuai  dengan  dirinya  sendiri,  melaikan  kadang-kadang  sama  sekali  bertentangan  dengan  hakekat  kepribadiannya  sendiri.
Sepanjang  hidup  manusia,  selalu  memakai  topeng  untuk  menutupi  kehidupan  batiniahnya   manusia  hampir  tidak  pernah  berlaku  wajar,  sesuai  dengan  hakekat  dirinya  sendiri,  dan  untuk  yang  terakhir  ini  manusia  harus  berlatih  dengan  tekun  dan  bersungguh-sungguh  dalam  waktu  yang  lama  sekali,  sebab  selama  ia  hanya  berlaku  dengan  kedok  itu  ia  tidak  akan  menjumpai  kepuasan  didalam  hidupnya.  dalam keadaan  yang  demikian,  keadaan  dirinya  disembunyikan  sedalam-dalamnya,  sehingga  hampir-hampir  orang  itu  tidak  lagi  mengenal  siapakah  dirinya itu,  kemampuan  yang  sebenarnya  pada  dirinya apa  pula  kelemahannya,  hal  inilah  yang menyebabkan  mengapa  kehidupan  manusia  ini  tidak  dapat  berada  di  dalam  ketenangan  yang  selama  ini  dicarinya. Tetapi  bila  orang  mau  dengan  setalus  hati  melepaskan  topengnya,  dengan  melihat  keadaan  dirinya  sedalam-dalamnya, dengan  segala  kekuatan  dan  kelemahannya, dengan  apa  adanya  dan  dimanfaatkannya kekuatannya  sendiri,  bakatnya,  kemampuannya,  maka  orang  itulah  yang  akan  menemukan  ketenangan  hidupnya.
Personality  itu  adalah suatu  organisasi  psichopysis  yang  dinamis  daripada  seseorang  yang  menyebabkan  ia  dapat  menyesuaikan  diri  dengan  lingkungannya. dan  personality  is a sosial  stimulus  merupakan  perangsang  bagi  orang lain.  jadi  bagaimana  cara  orang  lain  itu  berreksi  terhadap  kita  , itulah  kepribadian  kita.  sebagian  menurut  para pakar  G. W . Allport  personality  itu merupakan  suatu  kebulatan  kebulatan  itu bersifat  kompleks  kompleksnya  itu  disebsbkan  oleh  karena banyaknya  faktor-faktor  dalam  dan  faktor -faktor  luar  yang  ikut  menentukan  kepribadian. Paduan  antara  faktor-faktor  dalam  dan  faktor-faktor  luar  itu  menimbulkan  gambaran  yang  unik, artinya  tidak  ada  individu  yang  benar-benar   indentik  antara  yang  seorang  dengan  yang  lain.
Keperibadian  adalah  suatu  totalitas  yang  kompleks  dari  individu sehingga  nampak  di  dalam  tingkahlakunya  yang  unik. Ada  sebagaian  besar  tingkahlaku  yang  sama  antara  yang  seorang  dengan  yang  lain.  namun  yang  benar-benar  identik  tidak  pernah  ada  sejak  adanya  manusia, sebagian  besar  yang  identik  itulah  yang  dipelajari  oleh  tipologi,  sedang  ketidaksamaannya  itulah  yang  dipelajari  oleh  psikologi  kepribadian.
            Menurut Freud Kepribadian terdiri atas tiga aspek, yaitu. Antara lain :
1.      Das Es ( the  id )
Das  Es aspek  ini  adalah  aspek  biologis  dan  merupakan  sistem  yang  orisinil didalam  kepribadian, dari  aspek  inilah  kedua  aspek  yang  lain  tumbuh . FREUD  menyebutnya  juga  realita  psykhis  yang  sebenar  - benarnya  , oleh karena  das Es  itu merupakan  dunia  batin , das Es  berisikan  hal – hal yang  dibawah  sejak  lahir ( unsur – unsur  biologis ) . dapat  meningkat  oleh  karena  perangsang  baik  perasang  dari  luar  maupun  perangsang  dari  dalam . apabila  enersi  itu  meningkat  maka  lalu  menimbulkan  tegangan  dan ini  menimbulkan  pengalaman  tidak  enak  ( tidak menyenangkan )  yang oleh das Es  tidak  dapat  dibuarkan  karena  itu  apabila  enersi  meningkat,  yang  berarti  ada  tegangan  segalah  das Es  menduskusikan enersi  itu  untuk  menghilangkan rasa  tidak  enak   jadi  yang  menjadi  pedoman  dalam  berfungsinya  das Es  ialah menghidarkan  diri  ketidak  enak  dan  mengerjar  kenakan ,  pedoman  ini  di sebut  FREUD “ perinsip kenikmatan “ atau “ perinsip keenakan “ .   
2.      Das Ich ( the ego )
Aspek  ini  adalah  aspek  psichologis dari  pada  kepribadian  dan  timbul  karena  kebutuhan  organisme  untuk  berhubungan  secara  baik  dengan  dunia  kenyataan ( Realitas ) disini  lah  letak  perbedaan  yang  pokok  antara  das Es  dan  das  Ich  , yaitu  kalau das Es  itu  hanya  mengenal  dunia  subyektif  ( dunia batin ) maka das Ich  dapat  membedakan  sesuatu  yang  hanya  ada  di  dalam  batin  dan  sesuatu  yang  ada  di  dunia  luar  batin  ( dunia obyektif , dunia realita  )  di  dalam  berfungsinya  das Ich  berpegang  pada  perinsip  kenyataan  atau  prinsip  realita  dan  bereaksi  dengan  proses  sekunder . tujuan  realitas  prinsip itu  ialah  mencari  obyek  yang  tepat  (  serasi ) , proses  sekunder  itu  adalah  proses  berpikir  realistis  dengan  mempergunakan  proses  sekunder  das Ich  merumuskan  suatu  rencana  untuk  pemuasan  kebutuhan  dan  mengujinya  atau  mengetestnya , bisa  dengan  tindakan  untuk  mengetahui  apakah  rencana  itu  berhasil  atau  tidak .  das Ich  dapat  pula  dipandang  sebagai  aspek  eksekutip  dari  pada  kepribadian , oleh  karena  das Ich  mengontrol  jalan – jalan  yang  ditempuh  memilih  kebutuhan – kebutuhan  yang  dapat  dipenuhi  serta  cara – cara memenuhinya  , serta  memilikih obyek – obyek  yang  dapat  memenuhi  kebutuhan  didalam  menjalankan  fungsi.
3.      Das  Ueber  Ich  ( the  super  ego )
Yaitu aspek sosiologis dari pada kepribadian, merupakan wakil dari nilai0nilai tradisional serta cita-cita masayrakat sebagaimana ditafsirkan orang tua kepada anak-anaknya, yang di masukkan (diajarkan) dengan berbagai perintah dan larangan .
Das Ueber Ich lebih merupakan kesempurnaan  dari pada  kesenangan karena  itu  das Uebar Ich  dapat  pula  di  anggap  sebagai  aspek  moral  dari  pada  kepribadian .  fungsinya  yang  pokok  ialah  menentukan  apakah  sesuatu  benar  atau  salah  , pantas  atau  tidak , susila  atau  tidak , dan dengan  demikian  pribadi  dapat  bertindak  sesuai  dengan  moral  masyarakat.
Das Ueber Ich  diinternalisasikan  dalam  perkembangan  anak  sebagai  responden  terhadap  hadia  dan  hukuman  yang  di berikan  oleh  orang  tua  dan  pendidik – pendidik  yang  lain .   dengan  maksud  untuk  mendapatkan  hadiah  dan  menghidari  hukuman  anak  mengatur  tingkahlakunya  sesuai  dengan  garis – garis  yang  dikehedaki  oleh  orang  tuanya . apapun  juga  yang  dikatakannya  tidak  baik  dan  bersifat  menghukum  akan  cenderung  untuk  menjadi zon scientia”  anak  apapun  jua  yang  disetujui  dan  membawa  hadiah  cenderung  untuk  menjadi  Ich-ideal  anak.
Mekanisme  yang  menyatukan  sistem  tersebut  kepada  pribadi  disebut  introveksi. Jadi Ueber Ich itu berisikan dua hal akni conscientia dan ich ideal . Conscientia menghukum orang dengan memberikan rasa dosa, sedangakn Ich ideal menghadiai  orang  dengan rasa  bangga  akan  dirinya  dengan  terbentuknya  das Ueber Ich  ini  maka  kontrol  terhadap  tingkah  laku  yang  dulunya  dilakukan  oleh  orang  tuanya  menjadi  di  lakukan  oleh  pribadi  sendiri  .
Adapun fungsi pokok dari pada Das Ueber Ich itu dapat kita lihat di dalam hubungan dengan ketiga aspek dari kepribadian itu yaitu :
a.                            Merintangi implus-implus Das Es terutama implus-implus sexsual dan agresif yang pernyataannya sanagt di tentang oleh masyarakat.
b.                           Mendorong Das Ich untuk lebih menegejar hal-hal yang irrealistis dari pada yang realistis.
c.                            Mengejar kesempurnaan.
1.2 Pengertian Perkembangan
            Perkembangan menurut Lewin adalah mendefinisikan perkembangan adalah perubahan tingkahlaku. Pokok-pokok pikirannya adalah sebagai berikut :
a.       Perkembangan, berarti perubahan di dalam variasi tingkah laku. Makin bertambah umur seseorang, varasi kegiatannya makin bertambah pula.
b.      Perkembangan berarti perubahan dalam organisasi dan struktur tingkahlaku.

1.3 Perkembangan  Kepribadian
            Makin bertambah umur anak, tidak hanya variasi ingkah lakunya yang bertambah, melainkan juga struktur dan organisasi tingkah lakunya bertambah. Makin lama makin komplek. Antara lain yang bertambah :
1.      Struktur Relasi bertambah
Anak kecil yang mula-mula baru dapat mengadakan relasi dengan ibunya, makin lama makin dapat berelasi dengan orang lain dan makin lama makin banyak.
2.      Hierarki bertambah kompleks
Anak kecil yang mula mula hanya dapat menggunakan sesuatu alat permainan, maka makin bertambah umurnya, ia akan makin banyak menggunakan alat permainan itu untuk kebutuhan yang makin banyak pula.
3.      Struktur tingkahlaku menjadi lebih komplek
Anak kecil yang semula hanya dapat melakukan sesuatu perbuatan, makin bertambah umurnya makin banyak pula untuk dapat melakukan perbuatan.
4.      Bertambah luasnya arena aktivitas
Makin bertambah dewasa seseorang , maka karena aktivitasnya makin bertambah luas ,juga terjadi perluasan dalam dimensi waktu, Misalnya, anak kecil terikat pada masa kininya makin bertambah umurnya , ia makin liuas pula pandangan waktunya, dan pada msa dewasanya ia dapat melihat kemasa lampau untuk merencanakan masa kininya agar dapat menyongsong masa yang akan datang.
5.      Perkembangan berarti perubahana dalam tahap realita
Makin bertambah umur seseorang , maka taraf realitanya juga akan meningkat ,artinya makin dapat membedakan antara yang abstrak, khayal, bayangan nyata ,dsb.
6.      Perkembanagan berarti makin terdifferefsiasinya tingkah laku
Anak kecil yang mula-mula hanya dapat memegang sesuatu dengan kedua tangannya , makin lama dapat emegang dengan satu tangan dan kemudian dengan kelima jarinya, akhirnya cukup hanya dengan dua jarinya saja.
7.      Perkembangan berarti stratifikasi
 Makin bertambah umur, seseorang makin banyak akana makin pandai menyembunyikan isi hatinya, jika aaka dapat berdusta semu, maka orang dewasa dapat berdusta dengan sengaja. Ia dapat menyembunyikan perbuatannya, hatrinya, fikirannya, dsb.
Melihat teori autonomi fungsional nyata bahwa individu setiap lahir mengalami perubahan-perubahan yag penting dijelaskan perubahan kepribadian itu dalam masa di bawah ini. Antara lain : 
v  Kanak-Kanak  (  infant )
            Sebagai  makhluk  yang  perlengkapi  dengan  keturunan-keturunan, dorongan-dorongan  atau  nafsu-nafsu dan  refleks-refleks, jadi  sebelum  memiliki  bermacam-macam sifat  yang  kemudian  dimilikinya  dengan  kata  lain  belum memiliki   kepribadian, pada  waktu  lahir  ini  anak  telah  mempunyai  potensi-potensi  baik  physik  maupun  terperamen.Yang  akualisasinya  tergantung  kepada  perkembangan  dan  kematangan  kecuali  itu  neinatus  telah  memiliki  refleks-refleks  tertentu  ( mengisap, menelan )  serta  melakukan  gerakan-gerakan yang  masih  belum  terdifferensikan , dimana  hampir  semua  gerakan  otot-otot  ikut  itu  ikut  di  gerakkan .
            Dalam masa ini anak ini merupakan makhluk yang punya tegangan-tegangan  dan perasaan enak tak enak, jadi pada masa ini yang biologistis yang bersadar pada pentingnya hadiah atau hukuman, atau hokum effek atau prinsip kesenangan adalah sangat cocok, jadi dengan di dorong oleh kebutuhan mengurangi ketidak enakan sampai minimal dan mencari keenakan samapai maksimal anak itu berkembang.
Pertumbuhan  itu  merupakan  proses  diffrensiasi  dan  integrasi  yang  berlangsung  secara  berangsur-angsur. Pada  tahun  pertama  anak  telah menujukkan  perbedaan-perbedaan  kwalitet , misalnya  perbedaan-perbedaan ekpressi-ekpressi  emosionil , yang  cenderung  untuk  tetap  dan  terbentukmenjadi cara penyesuaian diri pada masa yang selanjutnya, jadi beberapa   tingkah  laku  anak  itu  merupakan  perintis  bagi  pola-pola kepribadian selanjutnya, kesimpulannya  bawah  anak  telah  menunjukkan  dengan  pasti  sifat – sifat   yang  khas.
v  Transformasi Kanak-Kanak
Manusia  itu  adalah  organisme  yang  pada  waktu  lahirnya  adalah  makhluk  biologis , lalu berubah atau  berkembang  menjadi  individu  yang  egonya  selalu berkembang  setruktur-struktur  sifat – sifatnya  meluas  dan  merupakan  inti  dari pada  tujuan–tujuan dan  aspirasi masa depan . didalam  perkembangan  ini  tentu  saja  peranan  yang  menentukan  ada–ada  autonomi  fungsional, prinsip ini  menjelaskan  bawah  apa  yang  mula – mula  alat  untuk  tujuan  biologis  dapat  menjadi  motif  yang  autonom  yang  mendorong  dan  memberi  arah  tingka  laku  . 
v  Orang  Dewasa
Pada orang dewasa ini factor-faktor yang menentukan tingkah laku ini adalah sifat-siafat yang terorganisasikan dan selaras. Sifat-sifat ini timbul dari beberapa cara dari perlengkapan-perlengkapan yang di miliki. Bagaimana jala perkembangan ini yang sebenarnya tidaklah penting yang penting ialah kini sebagaimana Allport “ What drivers behavior, drives now”, and we not neet now know the history of the drive in order to understand its operation (“ Apa yang pengendarai-pengendarai tingkah laku, penyimpangan-penyimpangan sekarang”, dan kami tidak harus wawasan sekarang sejarah dari pengeringan supaya untuk mengerti operasinya ).
Sampai  batas – batas  tertentu  berfungsinya  sifat – sifat  itu  disadari  dan rasional.  Biasanya  individu  yang  normal  mengerti  atau  menyadari  apa  yang  dikerjakannya  dan  mengapa  itu  dikerjakannya .  untuk  memahami  manusia  dewasa  tidak  dapat  kita  lakukan  tanpa  mengerti  tujuan – tujuan  serta  aspirasi – aspirasinya .
Motif–motifnya  terutama  tidak  berakar  di   masa  lampau  tetapi  terutama  bersadar  pada  masa  depan. Pada  umumnya  kita  dapat  lebih  tahu  akan  apa  yang  hendak  dikerjakan  seseorang  kalau  kita  tahu  rencana – rencana  yang  disadarinya  daripada  ingatan – ingatannya  yang  tertekan.
Dari pada itu harus di ingat bahwa orang dewasa tidak selalu ideal. Dalam kenyataannya tidak selalu demikian , banyak orang yang tak mempunyai kematangan/kedewasaan penuh dengan di sebabkan oleh banyak factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. 
Demikian beberapa hal yang  harus ada pada pribadi yang dewasa :
1.      Extention of the self
Yaitu bahawa hidupnya tidak harus terikat secara sempit kepada kegiatan-kegiatan yang erat hubungannya dengan kebutuhan-kebutuhan serta kewajiban-kewajiban yang lanbgsung , dia harus dapat mengambil bagian dan menikmati bermacam macam kegiatan .Suatu bagian penting dari pada Extention of the self ialah proyeksi ke masa depan : merencanakan dan mengharap.
2.      Self Objectification
Ada dua komponen poko dalam hal ini ialah humor dan insight.
·         Insight yang dimaksud disini adlah kecakapan individu untuk mengerti dirinya.
·         Humor disisni tidak hanya berarti kecakapan untuk mendapatkan kesenangan dan hal yang mentertawakan, tetapi juga kecakapan yang lebih di pertahankan hubungan positif denagn dirinya dan objek yng disenangi, serta menyadari adanya ketidak selarasan dalam hal ini.
3.      Filsafat Hidup
            Walaupun indivisu itu harus dapat objketif da bahkan menikmarti kejadian-kejadian dalam hidupnya ,namaun mesti adalatar belakang yang mendasari sesuatu yang dikerjakannya , yang memberinya arti dan tujuan. Religi merupakan suatu hal yang penting dalam hal ini.
1.4 Perkembangan  Kepribadian dalam perinsip – perinsip  belajar
            Perkembangan  sebagian  proses  belajar di  gambarkan  melewati  serankaian  titik – titik  yang  merpakan  kejadian – kejadian  yang  merupakan  penjelemaan  dari pada  pola – pola  tingkahlaku  yang  didorong  oleh  erg .Jelasnya apabila  ada  pola  penyesuaian  bertemu  dengan  keadaan  lingkungan  yang  berpengaruh  terhadap  pola  penyesuaian  tersebut  maka  tentulah  menimbulkan  hasil  dalam  kepribadian  yang  bersujud  perubahan  atau  perkembangan  pada  anak . 
Individu  memulai  usaha  untuk  mendapatkan  pemuasan dalam  sesuatu  organ  tertentu. Akibat dari usaha ini ada empat macam kemungkinan , yaitu :
1.      individu  mungkin  mendapatkan  pemuasan  berkat  adanya  pola  tingkalaku  yang  dibawah  sejak  lahir  .
2.      Individu mungkin gagal dalam pencapaian pemuasan karena kurang efektifntya pola pola response perseptuil dan motoris yang dibawa sejak lahir untuk menghadapi faktoir factor lingkungan yang ada pada waktu itu .
3.      pola yang  berdasar  erg  itu  mungkin  dimodifikasikan  atau  disisihkan  dengan  mengatifkan  ego  lain  yang  tadinya  subsider  terhadap  erg  yang  disisikan itu.
4.      idividu  mungkin  gagal  dalam  mencapai  tujuan  karena  adanya  sesuatu  halangan  atau  barrier, walaupun  jalan kearah  tujuan  itu  cukup  jelas .          
Sejak  dilahirkan , setiap orang  bertumbuh  dan  berkembang  menurut  masa  dan  irama  perkembangan  sendiri – sendiri , membawa  daya  kemampuan  kondratnya  sendiri  yang  di  kembangtumbukan lingkungan  sendiri . sehingga  hasilnya merupakan sesuatu  yang  komplek  dan  unik  yang  seakan – akan  tidak  seorangpun  ada  persamaan  dengan  orang  yang  lain  dalam  hal  apapun .
Sebenarnya  diantara manusia  yang  satu  dengan yang  lain  ada  pula  persammaannya , misalnya  tentang  masa – masa  yang  dilalui  disepanjang  hidupnya  sejahu  manusia  berada  di  dalamm kehidupan  yang  normal . tiap  manusia akan  selalu  bersama  melewati  masa  banyi ,  masa  kanak – kanak  masah  sekolah  ,  masa  remaja  , masa  dewasa  dan  masa  tua . tiap  masa  mempunyai  tugas  yang  hampir  bersama  pula  masa  kanak – kanak  bertugas  mengembangkan  diri  dengan  bermain  .  masa  anak  bertugas  mengembangkan  diri  dengan  belajar , masa  remaja bertugas membekali  diri  untuk  kehidupan  yang  bahagia   dan  masa  dewasa  bbertugas  membina  keluarga  dengan  pekerjan – pekerjaan  yang  dapat  mendapatkan  hasil  guna  mempertahankan  hidup  dan  kehidupan  selajudnya.
Beberapa aspek pskis yang dapat diperguanakan untuk membantu pembentukan pribadi ataupun mengembangkan kepribadian yang baik. Yaitu :
-          Kepercayaa kepada diri sendiri.
-          Sikap optimis.
-          Sikap berhati-hati.
-          Sikap menjauhi tergantung kepada orang lain.
-          Sikap menjauhi mementingkan diri sendiri.
-          Toleransi.
-          Ambisi.
-          Kepekaan sosal.









BAB III
PENUTUP
1.1 KESIMPULAN
Dalam pembahasan makalah ini kiranya kita telah menyadari sampai dimana gambaran kita , gambaran pribadi kita , bila kita bercermin pada diri kita sendiri , baik sebagi produk keluarga (orang kita terdahulu) , dan sebagi produk pendidikan yang telah kita terima di tambah dengan pengalaman hidup kita sampi sekarang.
Biarkan orang lain lebh baik dari pada kita , yang penting adalah kuta yang sekarang harus lebih baik dari pada kita yang kemarin disitulah kita akan dapt melihat seberapa besar pengaruh dan manfaat yang kita peroleh dari perkembanagn kepribadian yang telah kita alami selama hidup di dunia ini. Dalam hal inilah arti kehadiran pendidikan di tengah kehidupan masyarakat , yaitu membantu agar tiap individu mampu menjadi anggota kesatuan sosial manusia.







DAFTAR PUSTAKA
Ø  Kunkel, Fritz Dr. Ruth, Pendidikan Pribadi, Balai Pustaka, Jakarta, 1953.
Ø  Noeng Muhadjir, Pengukur Kepribadian, Rake Pressl 975.
Ø  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Psikologi I s/d III, Dirjen. Pendidikan Dasar, Jakarta, 1958
Ø  Dahler SJ, Franz, dr,Menuju Kesehatan Psikis, Yayasan Kanisius, Yogyakarta, 1975.
Ø  Kartini Kartono, Dra. Teori Kepribadian dan Mental Hygieni, alumni,Bandung, 1971.


1 komentar:

  1. Borgata Hotel Casino & Spa - MapyRO
    Find MGM Resorts 창원 출장안마 Casino and Spa, Atlantic 파주 출장안마 City, NJ 08401, United States, 평택 출장안마 ratings, photos, prices, 군산 출장안마 expert 당진 출장안마 advice, traveler reviews and tips, and more information from

    BalasHapus